• kampung wisata

    Bagi kita yang sudah bosan dengan liburan ke hotel berbintang dan tempat perbelanjaan yang itu-tu lagi. Sebagai pengelola Sudi H Adiarto mencoba membuat sebuah kegiatan yang bisa diikuti dan dinimati oleh siapa saja yang ingin mengetahui dan mengenal kehidupan masyarakat pedesaan, ditambah keindahan alam serta kerajinan tangan yang luar biasa indahnya. Sudi H Adiarto mempunyai beberapa penginapan / villa yang bisa digunakan untuk bermalam dan tempat penginapan ini dipakai sebagai pintu gerbang untuk memasuki perkampungan pancawati tersebut. Dengan program wisata budaya jawa barat dan Tour De Kampoeng pancawati, bayangkan kita bisa berjalan dipematang sawah melihat dari dekat pak petani membajak / menanam padi hingga kepenggilingannya padi,jalan diperkampoengan hingga mengunjungi beberapa industri rumah tangga, mulai dari wayang golek, gedeg, peternakan ikan patin dll. Di tengah perjalanan bisa singgah di rumah penduduk setempat untuk menikmati teh dan aneka jajanan kampung yang khas dan tentunya enak.( "Misro" manisna dijero atau "Combro" oncomna dijero Bagi anak-anak kegiatan memandikan kerbau merupakan salah satu kegiatan yang paling ditunggu. Selain itu ada berbagai macam kegiatan dari belajar main gamelan, tarian jawa, membuat boneka wayang dari daun singkong sampai membuat nasi timbel dengan daun pisang , membuat jajanan kampoeng " Misro /Combro" Paket jalan-jalan yang ditawarkan beragam, dari yang per-jam sampai dengan menginap. Jika bermalam kita juga bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ronda malam! Sekitar 40 anak yang sebagian besar bermata biru, berambut pirang dan tak sungkan bertanya itu tambah riang ketika sampai di tempat memandikan kerbau. Satu per satu mereka turun. Mereka pun nyebur ke air sedalam pinggang orang dewasa dan bergumul dengan dua ekor kerbau yang sedang berendam. Anak-anak itu sedang mengikuti rangkaian acara Tour Pulang Kampoeng: paket wisata pedesaan yang diadakan oleh Kampoeng Wisata Pancawati, Caringin, Bogor. Dalam paket tur itu, peserta diajak berkeliling Kampung pancawati, melihat sekaligus mempraktekan bagaimana orang kampung bercocok tanam "nandur "menanam padi sambil mundur makan combro (oncomna di jero=oncomnya di dalam), minum air kendi, menjemur padi sampai bagaimana gabah digiling menjadi beras. Usai memandikan kerbau, peserta makan siang di penginapan. Setelah itu pemandu akan mengumpulkan kembali peserta dan membaginya ke dalam beberapa kelompok--jika pesertanya banyak. Satu kelompok belajar main angklung, satu kelompok diajari bagaimana membuat wayang dari daun singkong, kelompok lain menari dan belajar menabuh gamelan sunda. Anak-anak dari berbagai negara itu antusias menggoyang-goyangkan alat musik dari bambu itu sampai menghasilkan nada lagu Tatar Sunda, Burung Kakatua atau Naik-naik ke Puncak Gunung dll Jika sudah usai, giliran kelompok angklung belajar membuat wayang daun singkong. Permainan yang tak pernah mereka dapatkan. Hingga wayang-wayang bikinan tangan mereka sendiri itu dimasukan ke dalam tas dan dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Oleh-oleh lainnya bagi peserta yang termasuk dalam paket wisata adalah wayang golek, gendang kecil, obor, lodong dan angklung mini. Jika ingin mendapatkan yang lain atau jumlah lebih, peserta bisa membelinya dari penduduk yang membuat. Tak hanya sekolah-sekolah asing di Jakarta yang meminati wisata keliling kampung ini. Menurut Sudi H Adiarto setiap pekan 40 kamar penginapan yang dapat menampung 300 orang selalu terisi. dari sekian unit pondok itu ditata dengan apik sesuai alam pedesaan. Selain anak-anak sekolah, banyak peserta dari kantor tertentu yang datang ke penginapannya untuk berlibur dalam jumlah banyak. Tapi pendatang yang menginap tidak selalu ikut paket wisata Pulang Kampung. "Kalau mau paket Pulang Kampung, peserta minimal 40 orang," katanya. Paket Menginap Rp. 200.000 nett/per orang/ termasuk : Makan siang,pagi,malam,snack sore,welcomedrinks,fasilitas kolam renang. (Bath room / non ac ) PAKET MENGINAP Rp. 350.000 nett/per orang / min:25 orang Termasuk : Makan siang,malam,pagi,snack,fasilitas kolam renang ( bath room/waterheater/ac) PAKET MENGINAP VILLA / JINENG (rumah panggung ) Rp. 600.000 - Rp. 3.500.000 untuk 6 - 15 orang Alasan dipakai jumlah minimal, kata Sudi, karena dalam tur itu juga melibatkan masyarakat kampung Pancawati. Oncom, air kendi, sawah yang ditanami atau dipanen padinya itu milik penduduk asli. Sudi membayar penduduk-penduduk itu menyediakan oncom dan kawan-kawannya itu. "Kalau cuma sedikit, selain tidak ramai, juga biaya yang dikeluarkan terlalu besar," ujarnya. Untuk paket wisata Budaya jawa Barat itu sendiri, peserta dikenai biaya Rp 150.000 per orang ( termasuk Bus AC+snack,welcomedrinks,snack 3x,sertifikat ) apabila Bus disediakan peserta sendiri maka harga paket Wisata Busaya Adalah Rp. 100.000,- "Cukup murah " karena tur kampung dilakukan sepanjang hari, dari pagi sampai sore. Paket satu hari ini juga dirancang agar anak-anak itu tidak perlu menginap. Jika yang datang peserta dari sekolah, kata Sudi, sebelum tur kampung dimulai, anak-anak sekolah itu dipertemukan dalam satu kelas dengan anak-anak sekolah SD Negeri Pancawati peserta juga dapat mengikuti salah satu mata pelajaran dan memberikan makanan/minuman sehat " untuk tour ini akan dikenakan biaya Rp. 185.000 (termasuk : Bus AC+snack pack,welcomedrinks,makansiang,bakti sosial,sertifikat " Menarik melihat anak-anak bule itu berbaur duduk satu bangku dengan anak-anak sekolah lokal. Mereka bersalaman saling kenal, bertukar cinderamata dan bergantian bernyanyi lagu asal negara masing-masing. Anak-anak dari benua lain itu menjadi tontonan tersendiri bagi penduduk sekitar, sampai pintu dan jendela dipenuhi anak-anak dan ibu yang menonton. "Melihat bule sebetulnya sudah biasa sejak ada kampung wisata, tapi peserta selalu jadi tontonan tersendiri," kata Sudi Sudi terus memperbarui program paket wisata yang benar-benar bercirikan pedesaan. "Saya tidak ingin menghadirkan tempat wisata seperti pedesaan, tapi betul-betul pedesaan," katanya. Kini ia sedang merancang paket wisata ronda keliling kampung pada malam hari. Peserta akan dibawa keliling kampung pada malam hari sambil membawa obor, bercengkrama dengan penduduk kampung dan memakan makanan yang dibuat oleh penduduk kampung yang dilewati. Bagi penduduk sekitar kehadiran Kampung Wisata yang sudah berdiri sejak sepuluh tahun silam itu menjadi berkah tersendiri. Selain bisa berinteraksi dengan orang kota, mereka juga bisa mendapat pekerjaan dengan menjadi pembuat produk oleh-oleh atau menjadi pemandu. Sudi bercerita, pernah suatu kali ia ingin yang jadi pemandu bercocok tanam dari mahasiswa. Tapi para mahasiswa itu tak mampu memberi contoh dan menjelaskan secara sederhana proses menanam tanaman di kampung itu. "Justru ada orang kampung sini yang paham betul suatu tanaman ditanam hingga jadi bahan makanan," puji Sudi. Alhasil, para penduduk itu yang fasih membuat kagum Ferrier dan kawan-kawan. Untuk sekedar menghilangkan stres, perlu kiranya pada saat akhir pekan kita melakukan kegiatan yang menyenangkan untuk sekedar penyegaran sehingga ketika esok harus kembali pada pekerjaan paling tidak sudah menjadi lebih bersemangat. Mungkin pertanyaannya di mana tempat untuk melakukan kegiatan menyenangkan itu tanpa harus menghabiskan waktu terlalu banyak karena masa akhir pekan yang juga singkat? KAMPOENG WISATA PANCAWATI mungkin bisa jadi alternatif pilihan Anda. Terletak sekitar 10 kilometer setelah pintu tol ciawi. Pancawati sebuah destinasi yang mudah dijangkau dari Jakarta. Dibutuhkan hanya sekitar 60 menit untuk mencapainya. Kampoeng Wisata Pancawati menawarkan nuansa yang berbeda bagi Anda yang penat dengan kesibukan kota besar dan menyukai konsep kembali ke alam (back to nature) tanpa harus kehilangan waktu untuk berkumpul dengan keluarga karena selain pesona alamnya Pancawati juga menawarkan rekreasi edukatif untuk anak-anak Anda. Reservasi : Sdr Sudi h Adiarto Telp : 0521-8240133 / 0817153534

    99 hits | Wisata | Obyek Wisata | 08 Apr 2009 17:00

  • |  1  2  3 | next